Minggu, 20 November 2016

Resep Sukses ala Foster Friess

Resep Sukses ala Foster Friess



Kehidupan keras yang dialami Foster Friess membuat dia menjadi sosok yang tangguh. Dia dilahirkan tahun 1940 di Rice Lake, Wisconsin pada sebuah keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang pedagang hewan dengan pendidikan SMA. Sementara ibunya drop-out saat kelas VIII untuk memetik kapas di ladang pertanian keluarga untuk menyelamatkan keluarga dari kebangkrutan.

Setelah memperoleh gelar Administrasi Bisnis dari Universitas Wisconsin, Foster bukannya langsung bekerja di bidangnya. Dia malah menjadi tentara. Saat itu, dia dilatih untuk menjadi pemimpin peleton infanteri dan menjabat sebagai perwira intelijen di First Guided Missile Brigade, Fort Bliss, Texas.

Pada tahun 1962 Foster menikah dengan Lynnette Estes. Dari perkawinannya itu, Foster dianungerahi dua putra dan dua anak perempuan. Di tahun 1964, Foster mulai menggunakan keahliannya untuk berkarir di bidang investasi pada Keluarga Brittingham, pemilik perusahaan sekuritas NYSE di Wilmington, Delaware. Saat itu, Friess menempati jabatan sebagai Direktur Riset.

Tak puas hanya bekerja dengan orang lain, Foster mulai membangun perusahaan manajemen investasi sendiri, Friess Associates. Perusahaan itu dibangunannya bersama istrinya pada 1974.

Sukses datang perlahan-lahan mulai mendatangi Foster.  Pada tahun 2001, perusahaannya tumbuh dengan aset lebih dari U$ 15.7 miliar (aset di bawah manajemen). Bahkan, Forbes menempatkan perusahaannya sebagai salah satu perusahaan top dekade 1990-an dengan keuntungan rata-rata 20 persen per tahun.

Tahun 2001, Friess Associates mencari mitra untuk membagi kepemilikan perusahaan tersebut. AMG menjadi pemegang saham mayoritas Friess Associates pada Oktober 2001 dengan kepemilikan sebesar 70 persen. Sebanyak, 20 persen dipegang oleh rekan-rekan Friess, termasuk manajemen senior dan peneliti yang dulu turut membangun perusahaan tersebut. Keluarga Friess saat ini memiliki 10 persen kepemilikan saham Friess Associates.

Kunci Sukses Foster Fries:

Dapatkan kepercayaan dengan memberi kepercayaan.

Bertanggung jawab atas tindakan Anda.

Dapatkan fakta sebelum membuat keputusan.

Berbuatlah lebih.

Memprioritaskan produktifitas.

Memantau kecakapan.

Sedapat mungkin menghindari pertemuan.

Mengembangkan semangat tim dengan melayani orang lain.

Menekankan berpikir positif.  (sumber)


Baca Ikhtisar Bisnis Selengkapnya di Ayopreneur





Rabu, 16 November 2016

Audit Berfungsi Menjaga Perusahaan Tetap Sehat

Audit Berfungsi Menjaga Perusahaan Tetap Sehat


Aktivitas pengendalian internal merupakan salah satu hal yang penting di dalam perusahaan. Pasalnya, hal itu merupakan aktivitas untuk menjaga sebuah perusahaan tetap sehat terutama dari faktor-faktor internal di dalam perusahaan tersebut. Sebab, dalam perjalanan sebuah perusahaan rentan terjadi pengelolaan yang kurang tepat yang akan menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan tersebut.

Pentingnya audit internal diungkapkan Direktur PT Ciputra Development Tbk, Veimeirawaty Kusnadi. Sebab, audit mempunyai peranan untuk menjaga sebuah perusahaan tetap sehat. “Penting sekali, sebagai fungsi assurance untuk memastikan kontrol internal ada dan efektif,” ujarnya.

Wanita yang kerab di sapa Ibu Veimei itu menambahkan, audit juga untuk memastikan risk management dalam sebuah perusahaan dijalankan dengan baik. Selain itu, audit juga menjamin adanya tata kelola yang baik di sebuah perusahaan.

Menurutnya, untuk menghindari kemungkinan terjadinya penyimpangan maka diperlukan audit internal dalam mengawasi pelaksanaan pengendalian intern dalam aktivitas perusahaan khususnya aktivitas operasional sebuah perusahaan. Dalam pelaksanaan operasional, tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan pengendalian intern saja. Namun harus dengan bantuan dari auditor internal yang dapat mengukur sejauh mana ketaatan operasional manajemen perusahaan, sehingga manajemen dapat memperbaiki kelemahan atau kekurangan yang ada berdasarkan laporan hasil pemeriksaan.audit internal.

Veimei mengatakan, apabila menemukan sebuah pelanggaran, pihaknya akan bersikap tegas dengan menerapkan sanksi. “Semua karyawan sebelum masuk di Grup Ciputra selalu menandatangani kode etik. Jika itu dilanggar, sanksinya tegas sekali bisa sampai pemutusan hubungan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, audit dalam sebuah perusahaan itu tidak seperti jaksa atau polisi yang menyelidiki sebuah kejahatan. “Seperti Pak Ci bilang, audit itu layaknya seorang dokter yang melakukan medical check up. Kalau ada yang sakit bisa diobati atau jika parah sekali bisa diamputasi,” tukas Veimei.  (sumber)


Baca Ikhtisar Bisnis Lainnya di Ayopreneur

Jangan Tunda Berbisnis

Jangan Tunda Berbisnis



Hanya ada dua tahap yang harus Anda lewati untuk meraih bisnis yang sukses. Pertama, segera mulai, dan kedua, konsisten untuk mengelola bisnis hingga ia berkembang pesat. Keberanian ini wajib Anda miliki jika ingin segera membuka bisnis yang telah lama diimpikan. Yakin dan katakan, "Yes, I can!"

Berani mencoba
Sesuatu tak akan berjalan jika tidak dicoba, begitu pun dengan bisnis. Kendala yang paling banyak dihadapi saat ingin memulai bisnis sebenarnya adalah rasa takut, takut kalau modal tidak cukup atau takut gagal. Padahal, dengan modal berapa pun, Anda bisa kok membangun bisnis. Bisnis memang harus bermodal besar, tetapi itu untuk bisnis besar, tidak untuk bisnis menengah atau ke bawah. Pilihan pinjaman modal dari bank tepercaya sudah cukup banyak, pilihan bisnis franchise dengan harga terjangkau juga tersedia. Begitu juga dengan pilihan tempat, juga tak masalah, Anda bisa membuka bisnis online yang tak memerlukan banyak pengeluaran untuk lokasi. Tak ada salahnya memulai bisnis dari nol, lakukan perencanaan matang, dan kembangkan.

Berani bersaing
Jangankan dalam bisnis, sejak SD kita juga sudah dituntut untuk bersaing. Jiwa bersaing sudah tertanam kok dalam diri Anda sejak dulu, tinggal sedikit diasah. Bedanya, persaingan dalam bisnis cukup terasa. Jadi, dibutuhkan semangat yang kuat untuk terus bertahan dan mengembangkan bisnis. Triknya, selalu berinovasi untuk produk usaha, pertahankan kualitas, jangan lelah untuk melakukan pemasaran, dan terakhir, selalu tingkatkan pelayanan pelanggan. Walau baru mulai, Anda bisa menyaingi pesaing yang telah lama ada. Ayo segera curi start!

Berani gagal
Sukses itu proses, dicapai dengan pengorbanan, sekecil apa pun. Jika bisnis Anda tidak berjalan lancar atau mengalami kemunduran, itu bukan kegagalan, Anda baru gagal jika tidak meneruskan bisnis dan menghentikan lajunya begitu saja. Sukses dalam bisnis tak selalu harus memiliki keuntungan besar, tetapi rasa yakin kalau bisnis akan berjalan lancar walau banyak hambatan. Berani gagal dalam bisnis berarti berani mencapai sukses. (sumber)


Baca Ikhtisar Bisnis Lainnya di Ayopreneur

Senin, 14 November 2016

Jadilah Trendsetter, Bukan Follower

Jadilah Trendsetter, Bukan Follower



Peluang wirausaha terbuka lebar asalkan pebisnis jeli mencermati peluang. Hanya saja, pebisnis pemula kerapkali tergiur dengan bisnis yang sudah eksis, populer dan dilihat banyak orang lebih menguntungkan. Akhirnya pemula bersaing dengan pebisnis lama, dan usahanya pun tak berusia panjang.

Akademisi pendiri School for Entrepreneurs, Prof Rhenald Kasali PhD menegaskan mindset sebagai follower harus diubah. Pebisnis, katanya lagi, perlu memiliki pola pikir menciptakan pasar masa depan.

"Peluang bisnis yang bagus adalah yang tidak dilihat oleh orang lain. Ketika suatu bisnis diberitakan bagus, maka jangan lakukan bisnis yang sama," jelas Rhenald di sela Seminar Wanita Wirausaha BNI & Femina beberapa waktu lalu.

Penggagas Rumah Perubahan di kawasan Jatimurni Bekasi ini menjelaskan, menjalankan bisnis yang sama hanya akan menjadikan produk sebagai komoditi. Kemudian yang akan terjadi adalah persaingan harga.

                                                      Baca Ikhtisar Bisnis Lainnya di Ayopreneur

Jika semua orang melihat peluang yang sama, lalu memutuskan menjalankan usaha yang sama maka akan terjadi over supply, kata Rhenald.

"Jika terjadi over supply, pebisnis akan bermain harga dan akibatnya harga jatuh," jelas Rhenald.

Menurut Rhenald, pebisnis perlu mencari diferensiasi untuk menangkap peluang bisnis yang bagus. Caranya, pebisnis perlu jeli melihat masalah.

"Pebisnis perlu memiliki multi perspektif. Meyakini bahwa di mana ada problem pasti ada solusi," tutur Rhenald, menegaskan, sebuah masalah bisa melahirkan ide peluang bisnis. Artinya, bisnis yang dikelola menjadi solusi dari masalah.

Dengan cara ini, pebisnis bukan lagi menjadi follower. Pebisnis perlu menggali masalah, mencipta trensetter bisnis baru, sebagai solusi dari masalah tersebut. (sumber)